Syiar Muda dalam Aksara merupakan antologi pemikiran generasi muda Muslim Indonesia yang merespons perubahan era digital melalui gagasan inovatif, aplikatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Buku ini lahir dari karya para peserta Islamic Economic Festival dan Islamic Youth Festival 2025, menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana teknologi, ekonomi syariah, dan spiritualitas dapat bergerak sejalan untuk membangun peradaban yang berkeadaban.
Buku ini dibagi menjadi dua bagian besar yang saling melengkapi. Bagian I menyoroti perkembangan ekonomi syariah dan inovasi sosial. Para penulis menawarkan konsep terapan seperti layanan kesehatan syariah berbasis digital, platform microlearning dan microjob halal, teknologi kecerdasan buatan untuk pemberdayaan ekonomi, model pembiayaan berbasis mudharabah, hingga penerapan blockchain dan mixed reality dalam mendukung UMKM halal. Setiap tulisan menggabungkan riset, analisis kebutuhan masyarakat, serta solusi kreatif yang relevan dengan tantangan era modern.
Bagian II menampilkan transformasi literasi Islam dan pemikiran keagamaan di tengah derasnya arus digitalisasi. Topik-topiknya meliputi etika keilmuan di internet, digitalisasi warisan peradaban Islam, penggunaan AI untuk verifikasi hadis, strategi menghadapi disinformasi keagamaan, sampai pemanfaatan VR/AR dan gamifikasi untuk dakwah dan edukasi generasi muda. Bagian ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan secara etis sebagai sarana penguatan akidah, literasi, dan identitas keislaman.
Dengan menggabungkan riset ilmiah, sentuhan keislaman, dan inovasi kreatif, antologi ini memberi gambaran optimistik tentang peran pemuda Muslim sebagai motor perubahan. Buku ini tidak hanya memotret tantangan era digital, tetapi juga menawarkan strategi konstruktif untuk membangun ekosistem sosial, ekonomi, dan intelektual yang lebih baik.
Syiar Muda dalam Aksara adalah bukti bahwa gagasan besar dapat lahir dari para pemuda yang berani bermimpi, berkreasi, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan umat. Buku ini layak menjadi rujukan bagi akademisi, pelaku industri halal, pendidik, aktivis dakwah digital, serta siapa pun yang menaruh perhatian pada masa depan peradaban Islam.